Skip to main content
THEATER MODE

Inilah Proses Evakuasi Kecelakaan Bis di Pangandaran


Bus Pariwisata DMH Trans mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Banjar- Pangandaran tepatya di Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang, Pangandaran, Sabtu 27 Oktober 2018 pagi.

Kecelakaan tersebut menyebabkan 51 orang penumpang bus mengalami luka-luka. Beberapa korban yang mengalami luka ringan segera dilarikan ke Puskesmas Pangandaran dan Puskesmas Kalipucang. Sementara 26 korban yang mengalami luka berat dirujuk ke Rumah Sakit Banjar.

"Kendaraan yang berangkat ke Pangandaran ada 14 bus. Bus yang kecelakaan bus ke-13. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa," kata Anggota Relawan SAR dan Pecinta Alam Pangandaran Iwan Irawan dalam wawancara yang disiarkan Radio PRFM.

Iwan menjelaskan, bus yang membawa rombongan siswa SMA Al Masoem Jatinangor Bandung itu terguling setelah mencoba menyalip sepeda motor di jalanan yang menurun. "Saat sopir mencoba mengerem, mesin bus mati sehingga kendaraan tidak terkendali," katanya.

Menurut Iwan, saat kejadian, kondisi jalan licin karena wilayah Banjar sempat diguyur hujan. Bus tersebut terguling dalam posisi yang melintang di badan jalan sehingga membuat arus lalu lintas di Jalan Raya Banjar-Pangandaran tersendat.

"Pukul 7.20 WIB bus berhasil dievakuasi sehingga lalu lintas kembali normal. Kabarnya rombongan hendak berwisata ke Pangandaran dengan tujuan Batu Karas," katanya.

Sementara itu, sopir dan kernet bus sudah diamankan pihak kepolisian. "Sopir dan kernet sudah diamankan, korban yang mengalami luka ringan pun sudah melanjutkan perjalanan," ujar Iwan. Source: Pikiran Rakyat.

Open Comments

You Might Also Like: